Allah SWT memiliki 20 sifat wajib yang harus diketahui seluruh orang beriman, serta mengimani 20 sifat tersebut, dan Allah SWT juga memiliki 20 sifat mustahil. Di artikel ini kita hanya akan membahas 20 sifat wajib Allah SWT.

Sebagai umat islam, kita harus benar-benar meyakini 20 sifat wajib Allah SWT ini. Karena dengan meyakini serta beriman kepada-Nya kita akan menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.



20 sifat wajib allah dan penjelasannya
20 sifat wajib dan mustahil Allah SWT


Apa Pengertian beriman kepada Allah SWT dalam hal ini?

Iman dalam kamus bahasa indonesia artinya percaya atau yakin terhadap sesuatu. Sedangkan iman menurut (HR Thabrani) adalah "Iman adalah pengakuan dengan hati, pengucapan dengan lisan, dan pengamalan dengan anggota badan".

Dari hadits diatas dapat disimpulkan bahwa 3 unsur tersebut tidak bisa dipisahkan jika kita beriman kepada Allah SWT yaitu, hati, lisan dan anggota badan. Maka dari pada itu kita harus beriman kepada sifat mustahil bagi Allah dan sifat wajib bagi Allah.

Berapa jumlah sifat Allah SWT?

Sifat Wajib
Artinya adalah sifat-sifat yang benar dimiliki oleh Allah SWT serta kita harus yakin bahwa Allah itu benar dengan segala sifat-Nya
Sifat Mustahil
Artinya adalah sifat-sifat yang tidak mungkin ada pada Allah SWT, dan tidak mungkin Allah dengan sifat mustahil ini.
Sifat Jaiz
Artinya adalah sifat yang mungkin bagi Allah SWT untuk berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya. Artinya secara garis besar Allah itu tidak disuruh dan tidak ada yang melarang untuk melakukan sesuatu kepada seluruh makhluknya.


Berikut 20 sifat wajib Allah SWT yang harus diimani

Allah berbeda dengan makhluknya disebut dengan sifat mustahil, langsung saja penjelasan tentang 20 sifat Allah SWT sebagai berikut:
  1. Wujud = Ada (Artinya adanya Allah itu bukan karena ada yang mengadakan atau menciptakan, tetapi Allah itu ada dengan dzat-Nya sendiri). Oleh karena itu kita tidak boleh meragukan atau mempertanyakan keberadaan-Nya, berimannya seseorang akan membuatnya berpikir dengan akal sehat bahwa alam semesta beserta dengan isinya ada karena Allah yang menciptakannya.
  2. Qidam = Dahulu / Awal (Artinya adalah Allah SWT sebagai pencipta lebih dulu ada daripada semesta alam beserta isinya yang Ia ciptakan). Allah SWT tidak berpermulaan karena sesuatu yang berpermulaan itu adalah baru dan sesuatu yang baru itu namanya makhluk (yang diciptakan). Dan Allah SWT itu bukan makhluk tetapi Khalik atau Maha Pencipta.
  3. Baqa' = Kekal (Artinya adalah kekalnya Allah SWT tidak berkesudahan atau penghabisan). Allah itu kekal tidak mati dan tidak pula dibangkitkan, tidak seperti semua makhluk-Nya yang memiliki masa awal dan akhir. Dahulu gagah perkasa setelah berumur 60 an mulai melemah dan akhirnya mengalami kematian.
  4. Mukhalafatuhu lil hawadis = Berbeda dengan ciptaan-Nya (Artinya adalah bahwa Allah itu berbeda dengan semua makhluk yang pernah diciptakan). Tidak ada sesuatu pun didunia yang serupa dengan Dia.
  5. Qiyamuhu binafsihi = Allah berdiri sendiri (Artinya adalah Allah SWT itu berdiri dengan dzat sendiri tanpa membutuhkan bantuan yang lain). Maksudnya keberadaan Allah SWT itu ada dengan sendirinya tidak ada yang mengadakan atau menciptakan.
  6. Wahdaniyya = Esa / Tunggal (Artinya adalah Tuhan yang Maha Esa, baik itu dzat-Nya, sifat-Nya, maupun perbutan-Nya). Esa zat-Nya maksudnya zat Allah SWT itu bukanlah hasil dari penjumlahan dan perkiraan atau penyatuan satu unsur dengan unsur yang lain mkenjadi satu. Berbeda dengan mahluk, mahluk diciptakan dari berbagai unsur, seperti wujudnya manusia, ada tulang, daging, kulit dan seterusnya. Esa sifat-Nya artinya semua sifat-sifat kesempurnaan bagi Allah SWT tidak sama dengan sifat-sifat pada mahluk-Nya, seperti marah, malas dan sombong. Esa perbuatan-Nya berarti Allah SWT berbuat sesuatu tidak dicampuri oleh perbuatan mahluk apapun dan tanpa membutuhkan proses atau tenggang waktu. Allah SWT berbuat karena kehendak-Nya sendiri tanpa ada yang menyuruh dan melarang.
  7. Qudrat = Berkuasa (Artinya adalah Allah berkuasa atas segala sesuatu yang Dia ciptakan secara mutlak tidak terganggu gugat oleh siapa pun). Allah tidak mungkin bersifat lemah, jika Allah sudah berkehendak atas sesuatu tidak mungkin ada yang dapat mengalangi.
  8. Iradat = Berkehendak (Artinya adalah Allah SWT menciptakan alam semesta beserta isinya atas kehendak-Nya sendiri). Tanpa ada paksaan dari yang lain atau campur tangan dari siapa pun. Apapun yang Allah SWT kehendaki pasti terjadi, begitu juga setiap hal yang Allah SWT tidak kehendaki pasti tidak terjadi.
  9. Ilmu = Mengetahui (Artinya adalah Allah maha mengetahui segala sesuatu, meskipun pada hal yang tidak bisa terlihat). Allah SWT memiliki pengetahuan atau kepandaian yang sangat sempurna, artinya ilmu yang dimiliki Allah SWT itu tidak terbatas dan tidak pula dibatasi. Allah juga mengetahui segala sesuatu yang ada dialam semesta baik yang nampak maupun yang ghaib.
  10. Hayat = Hidup (Artinya adalah Allah itu tidak ada yang menghidupkannya melainkan hidup dengan dzat-Nya sendiri karena Allah Maha sempurna). Berbeda dengan manusia ada yang menghidupkan dan memerlukan makan, minuman, istirahat, dan lain sebagainya.
  11. Sam'un = Mendengar (Artinya adalah Allah SWT mendengar setiap suara yang ada di alam semesta ini, tidak ada suara yang terlepas dari pendengaran Allah SWT, bahkan seekor semut pun pasti didengar oleh Allah). Pendengaran Allah SWT berbeda dengan manusia yang memiliki frekuensi tertentu baru bisa mendengar suaranya.
  12. Basar = Melihat (Artinya adalah Allah SWT melihat segala sesuatu yang ada di alam semesta ini). Penglihatan Allah bersifat mutlak yang artinya tidak dibatasi oleh apapun.
  13. Kalam = Berbicara / Berfirman (Artinya adalah Allah itu berfirman dalam kitab-Nya yang diturunkan kepada para nabi dan rasul-Nya). Pembicaraan Allah SWT tentulah berbeda dari manusia karena Allah SWT tidak berorgan (Panca Indra).
  14. Kaunuhu Qadirun = Keadaan-Nya yang berkuasa (Artinya adalah Allah yang berkuasa mengadakan dan mentiadakan).
  15. Kaunuhu Muridun = Keadaan-Nya yang berkehendak menentukan (Artinya adalah Allah menghendaki dan menentukan tiap tiap segala sesuatu).
  16. Kaunuhu 'Alimun = Keadaan-Nya yang mengetahui (Artinya adalah Allah mengetahui akan tiap tiap sesuatu dan Allah pun dapat mengetahui isi hati manusia dan pikirannya).
  17. Kaunuhu Hayyun = Keadaan-Nya yang hidup (Artinya adalah Allah tidak akan pernah mati, tidak akan pernah tidur ataupun lengah).
  18. Kaunuhu Sami'un = Keadaan-Nya yang mendengar (Artinya adalah Allah mendengar akan tiap tiap makhluk, Allah mendengar pembicaraan manusia, permintaan atau doa hamba-Nya).
  19. Kaunuhu Basirun = Keadaan-Nya yang melihat (Artinya adalah Allah melihat akan tiap tiap benda yang ada, Allah selalu melihat gerak gerik kita. Oleh karena itu, hendaknya kita selalu berbuat baik).
  20. Kaunuhu Mutakallimun = Keadaan-Nya yang berbicara (Artinya adalah Allah itu berbicara, tidak bisu, Ia berbicara melalui firman atau ayat ayat Al Quran).

Itulah point dari 20 sifat wajib bagi Allah, Allah juga memiliki 20 sifat mustahil, serta Allah juga memiliki sifat jaiz. Tidak mungkin Allah bersifat rusak dan perbedaan sifat wajib dan mustahil bagi Allah.

Wajib Hukumnya Mengenal 20 Sifat wajib Allah SWT Serta Penjelasannya

Allah SWT memiliki 20 sifat wajib yang harus diketahui seluruh orang beriman, serta mengimani 20 sifat tersebut, dan Allah SWT juga memiliki 20 sifat mustahil. Di artikel ini kita hanya akan membahas 20 sifat wajib Allah SWT.

Sebagai umat islam, kita harus benar-benar meyakini 20 sifat wajib Allah SWT ini. Karena dengan meyakini serta beriman kepada-Nya kita akan menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.



20 sifat wajib allah dan penjelasannya
20 sifat wajib dan mustahil Allah SWT


Apa Pengertian beriman kepada Allah SWT dalam hal ini?

Iman dalam kamus bahasa indonesia artinya percaya atau yakin terhadap sesuatu. Sedangkan iman menurut (HR Thabrani) adalah "Iman adalah pengakuan dengan hati, pengucapan dengan lisan, dan pengamalan dengan anggota badan".

Dari hadits diatas dapat disimpulkan bahwa 3 unsur tersebut tidak bisa dipisahkan jika kita beriman kepada Allah SWT yaitu, hati, lisan dan anggota badan. Maka dari pada itu kita harus beriman kepada sifat mustahil bagi Allah dan sifat wajib bagi Allah.

Berapa jumlah sifat Allah SWT?

Sifat Wajib
Artinya adalah sifat-sifat yang benar dimiliki oleh Allah SWT serta kita harus yakin bahwa Allah itu benar dengan segala sifat-Nya
Sifat Mustahil
Artinya adalah sifat-sifat yang tidak mungkin ada pada Allah SWT, dan tidak mungkin Allah dengan sifat mustahil ini.
Sifat Jaiz
Artinya adalah sifat yang mungkin bagi Allah SWT untuk berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu sesuai dengan kehendak-Nya. Artinya secara garis besar Allah itu tidak disuruh dan tidak ada yang melarang untuk melakukan sesuatu kepada seluruh makhluknya.


Berikut 20 sifat wajib Allah SWT yang harus diimani

Allah berbeda dengan makhluknya disebut dengan sifat mustahil, langsung saja penjelasan tentang 20 sifat Allah SWT sebagai berikut:
  1. Wujud = Ada (Artinya adanya Allah itu bukan karena ada yang mengadakan atau menciptakan, tetapi Allah itu ada dengan dzat-Nya sendiri). Oleh karena itu kita tidak boleh meragukan atau mempertanyakan keberadaan-Nya, berimannya seseorang akan membuatnya berpikir dengan akal sehat bahwa alam semesta beserta dengan isinya ada karena Allah yang menciptakannya.
  2. Qidam = Dahulu / Awal (Artinya adalah Allah SWT sebagai pencipta lebih dulu ada daripada semesta alam beserta isinya yang Ia ciptakan). Allah SWT tidak berpermulaan karena sesuatu yang berpermulaan itu adalah baru dan sesuatu yang baru itu namanya makhluk (yang diciptakan). Dan Allah SWT itu bukan makhluk tetapi Khalik atau Maha Pencipta.
  3. Baqa' = Kekal (Artinya adalah kekalnya Allah SWT tidak berkesudahan atau penghabisan). Allah itu kekal tidak mati dan tidak pula dibangkitkan, tidak seperti semua makhluk-Nya yang memiliki masa awal dan akhir. Dahulu gagah perkasa setelah berumur 60 an mulai melemah dan akhirnya mengalami kematian.
  4. Mukhalafatuhu lil hawadis = Berbeda dengan ciptaan-Nya (Artinya adalah bahwa Allah itu berbeda dengan semua makhluk yang pernah diciptakan). Tidak ada sesuatu pun didunia yang serupa dengan Dia.
  5. Qiyamuhu binafsihi = Allah berdiri sendiri (Artinya adalah Allah SWT itu berdiri dengan dzat sendiri tanpa membutuhkan bantuan yang lain). Maksudnya keberadaan Allah SWT itu ada dengan sendirinya tidak ada yang mengadakan atau menciptakan.
  6. Wahdaniyya = Esa / Tunggal (Artinya adalah Tuhan yang Maha Esa, baik itu dzat-Nya, sifat-Nya, maupun perbutan-Nya). Esa zat-Nya maksudnya zat Allah SWT itu bukanlah hasil dari penjumlahan dan perkiraan atau penyatuan satu unsur dengan unsur yang lain mkenjadi satu. Berbeda dengan mahluk, mahluk diciptakan dari berbagai unsur, seperti wujudnya manusia, ada tulang, daging, kulit dan seterusnya. Esa sifat-Nya artinya semua sifat-sifat kesempurnaan bagi Allah SWT tidak sama dengan sifat-sifat pada mahluk-Nya, seperti marah, malas dan sombong. Esa perbuatan-Nya berarti Allah SWT berbuat sesuatu tidak dicampuri oleh perbuatan mahluk apapun dan tanpa membutuhkan proses atau tenggang waktu. Allah SWT berbuat karena kehendak-Nya sendiri tanpa ada yang menyuruh dan melarang.
  7. Qudrat = Berkuasa (Artinya adalah Allah berkuasa atas segala sesuatu yang Dia ciptakan secara mutlak tidak terganggu gugat oleh siapa pun). Allah tidak mungkin bersifat lemah, jika Allah sudah berkehendak atas sesuatu tidak mungkin ada yang dapat mengalangi.
  8. Iradat = Berkehendak (Artinya adalah Allah SWT menciptakan alam semesta beserta isinya atas kehendak-Nya sendiri). Tanpa ada paksaan dari yang lain atau campur tangan dari siapa pun. Apapun yang Allah SWT kehendaki pasti terjadi, begitu juga setiap hal yang Allah SWT tidak kehendaki pasti tidak terjadi.
  9. Ilmu = Mengetahui (Artinya adalah Allah maha mengetahui segala sesuatu, meskipun pada hal yang tidak bisa terlihat). Allah SWT memiliki pengetahuan atau kepandaian yang sangat sempurna, artinya ilmu yang dimiliki Allah SWT itu tidak terbatas dan tidak pula dibatasi. Allah juga mengetahui segala sesuatu yang ada dialam semesta baik yang nampak maupun yang ghaib.
  10. Hayat = Hidup (Artinya adalah Allah itu tidak ada yang menghidupkannya melainkan hidup dengan dzat-Nya sendiri karena Allah Maha sempurna). Berbeda dengan manusia ada yang menghidupkan dan memerlukan makan, minuman, istirahat, dan lain sebagainya.
  11. Sam'un = Mendengar (Artinya adalah Allah SWT mendengar setiap suara yang ada di alam semesta ini, tidak ada suara yang terlepas dari pendengaran Allah SWT, bahkan seekor semut pun pasti didengar oleh Allah). Pendengaran Allah SWT berbeda dengan manusia yang memiliki frekuensi tertentu baru bisa mendengar suaranya.
  12. Basar = Melihat (Artinya adalah Allah SWT melihat segala sesuatu yang ada di alam semesta ini). Penglihatan Allah bersifat mutlak yang artinya tidak dibatasi oleh apapun.
  13. Kalam = Berbicara / Berfirman (Artinya adalah Allah itu berfirman dalam kitab-Nya yang diturunkan kepada para nabi dan rasul-Nya). Pembicaraan Allah SWT tentulah berbeda dari manusia karena Allah SWT tidak berorgan (Panca Indra).
  14. Kaunuhu Qadirun = Keadaan-Nya yang berkuasa (Artinya adalah Allah yang berkuasa mengadakan dan mentiadakan).
  15. Kaunuhu Muridun = Keadaan-Nya yang berkehendak menentukan (Artinya adalah Allah menghendaki dan menentukan tiap tiap segala sesuatu).
  16. Kaunuhu 'Alimun = Keadaan-Nya yang mengetahui (Artinya adalah Allah mengetahui akan tiap tiap sesuatu dan Allah pun dapat mengetahui isi hati manusia dan pikirannya).
  17. Kaunuhu Hayyun = Keadaan-Nya yang hidup (Artinya adalah Allah tidak akan pernah mati, tidak akan pernah tidur ataupun lengah).
  18. Kaunuhu Sami'un = Keadaan-Nya yang mendengar (Artinya adalah Allah mendengar akan tiap tiap makhluk, Allah mendengar pembicaraan manusia, permintaan atau doa hamba-Nya).
  19. Kaunuhu Basirun = Keadaan-Nya yang melihat (Artinya adalah Allah melihat akan tiap tiap benda yang ada, Allah selalu melihat gerak gerik kita. Oleh karena itu, hendaknya kita selalu berbuat baik).
  20. Kaunuhu Mutakallimun = Keadaan-Nya yang berbicara (Artinya adalah Allah itu berbicara, tidak bisu, Ia berbicara melalui firman atau ayat ayat Al Quran).

Itulah point dari 20 sifat wajib bagi Allah, Allah juga memiliki 20 sifat mustahil, serta Allah juga memiliki sifat jaiz. Tidak mungkin Allah bersifat rusak dan perbedaan sifat wajib dan mustahil bagi Allah.

Load Comments

Subscribe Our Newsletter